KRONIKAL.ORG, SAMARINDA — Persoalan drainase dan banjir kembali menjadi keluhan utama warga saat Sekretaris Komisi III DPRD Kota Samarinda, Arie Wibowo, melaksanakan Reses Masa Sidang I Tahun 2026 di lingkungan RT 37 Jalan Perjuangan I, Kelurahan Sungai Pinang Dalam, Kecamatan Sungai Pinang, Minggu (8/2/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Arie Wibowo menyampaikan bahwa sebagian besar aspirasi yang disampaikan warga berkaitan dengan kondisi drainase lingkungan yang dinilai belum memadai dan kerap memicu genangan air saat hujan turun.

“Rata-rata aspirasi warga memang soal drainase. Mudah-mudahan bisa segera kita akomodir mana yang bisa cepat dijalankan,” ujar Arie Wibowo usai kegiatan reses.

Ia menjelaskan, reses tersebut merupakan bagian dari masa sidang pertama tahun 2026 yang dilaksanakan di dua lokasi. Sehari sebelumnya, Arie Wibowo juga menggelar reses di wilayah Gunung Lingai dengan keluhan warga yang relatif serupa.

“Di Gunung Lingai juga banjir yang paling banyak dikeluhkan warga. Ini sejalan dengan fokus Pemerintah Kota Samarinda yang memang memprioritaskan penanganan banjir,” katanya.

Sementara itu, perwakilan warga RT 37, Muhammad Nhazaruddin, menilai kehadiran anggota DPRD secara langsung di lingkungan mereka menjadi harapan tersendiri bagi masyarakat yang selama ini merasa pembangunan infrastruktur dasar belum merata.

“Kegiatan reses ini merupakan bagian dari keresahan masyarakat. Banyak keinginan warga yang sampai hari ini belum terjawab, terutama soal pembangunan drainase. Karena itu kami mengapresiasi Pak Arie Wibowo yang hadir langsung ke RT 37,” ujar Nhazaruddin.

Ia mengatakan, melalui kegiatan reses tersebut warga juga mendapatkan pemahaman bahwa aspirasi masyarakat tidak dapat serta-merta direalisasikan tanpa melalui tahapan perencanaan dan penganggaran.

“Masyarakat jadi paham bahwa anggota DPRD tidak bisa langsung mengabulkan semua permintaan, karena ada proses dan tahapan yang harus dilalui,” ujarnya.

Meski demikian, warga tetap berharap persoalan banjir di RT 37 dapat segera ditangani. Nhazaruddin menyebut, wilayah tersebut hampir selalu tergenang setiap kali hujan turun dengan intensitas sedang hingga lebat.

“Di RT 37 ini hujan sedikit saja, apalagi hujan lebat, pasti banjir. Itu yang menjadi keresahan utama warga dan ingin benar-benar diperjuangkan,” katanya.

Ia menambahkan, dalam pertemuan tersebut Arie Wibowo juga menyampaikan komitmennya untuk membantu sesuai kapasitas yang dimiliki, baik melalui jalur kelembagaan DPRD maupun secara pribadi untuk kegiatan berskala kecil.

“Kalau kegiatannya masih kecil dan memungkinkan, beliau siap membantu secara pribadi. Kalau sudah besar, akan diperjuangkan melalui jalur-jalur yang beliau miliki,” ungkap Nhazaruddin.

Warga pun mengapresiasi langkah awal yang disampaikan dalam reses tersebut, termasuk rencana fasilitasi pembersihan drainase sebagai upaya awal mengurangi potensi banjir di lingkungan RT 37.

Arie Wibowo menegaskan, seluruh aspirasi warga yang dihimpun dalam kegiatan reses akan dirangkum dan diperjuangkan melalui mekanisme pembahasan di DPRD Kota Samarinda agar dapat ditindaklanjuti oleh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

“Kita akan lihat mana yang bisa cepat dijalankan dan kita perjuangkan sesuai kewenangan,” pungkasnya.

Loading