
KRONIKAL.ORG, SAMARINDA — Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kalimantan Timur memberikan penjelasan terkait rencana kegiatan pembagian takjil di lingkungan Kantor Gubernur Kaltim yang akan dilaksanakan pada Rabu, 11 Maret 2026. Klarifikasi tersebut disampaikan melalui konferensi pers bersama Forum Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Minerba.
Kepala Dinas ESDM Kaltim, Bambang Arwanto, menegaskan bahwa kegiatan berbagi takjil yang melibatkan Forum PPM Minerba tidak menggunakan pembiayaan dari perusahaan tambang untuk kegiatan pemerintah daerah.
Menurutnya, pembagian takjil yang digelar di kawasan Kantor Gubernur hanya disinergikan dari sisi waktu dan lokasi, sementara pengelolaan serta sumber pendanaan dilakukan secara terpisah oleh masing-masing pihak.
“ESDM Kaltim mengelola kegiatan berbagi takjil sendiri, sementara Forum PPM Minerba juga menjalankan programnya secara mandiri. Yang disinergikan hanya waktu dan tempatnya saja,” kata Bambang dalam konferensi pers yang bertempat di Kantor ESDM Kaltim, Minggu (8/3/2026).
Ia menjelaskan bahwa kegiatan berbagi takjil merupakan agenda tahunan yang kerap dilakukan oleh organisasi perangkat daerah (OPD) selama bulan Ramadan. Melihat tingginya antusiasme masyarakat, ESDM Kaltim kemudian mengajak Forum PPM Minerba untuk ikut menyalurkan program serupa secara bersamaan.
Dalam kegiatan tersebut, ESDM Kaltim menyiapkan sekitar 1.000 paket takjil untuk dibagikan kepada masyarakat, sementara Forum PPM Minerba menyediakan 1.100 paket takjil.
Bambang juga membantah informasi yang menyebut kegiatan tersebut dibiayai oleh perusahaan tambang melalui pemerintah daerah.
“Tidak benar jika disebutkan kegiatan ini dibiayai oleh perusahaan tambang. Kami menggunakan anggaran sendiri, sementara Forum PPM Minerba juga memiliki program berbagi yang dikelola secara mandiri,” ujarnya.
Ketua Forum PPM Minerba Kaltim, Muslimin, mengatakan program berbagi takjil merupakan bagian dari kegiatan sosial perusahaan tambang yang tergabung dalam forum tersebut, khususnya melalui program pemberdayaan masyarakat.
Menurutnya, setiap perusahaan tambang memang memiliki program Ramadan yang dijalankan di wilayah operasional masing-masing, seperti pembagian takjil, bantuan sembako, hingga dukungan kegiatan keagamaan di desa-desa sekitar tambang.
“Di tingkat perusahaan, kegiatan seperti ini sebenarnya sudah rutin dilakukan setiap tahun, terutama di desa-desa sekitar wilayah operasi,” ucap dia.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan berbagi takjil yang akan digelar di Samarinda merupakan inisiatif bersama perusahaan yang tergabung dalam forum PPM Minerba di tingkat provinsi.
Meski melibatkan sejumlah perusahaan, kegiatan tersebut hanya dilaksanakan satu hari, yakni pada 11 Maret 2026.
“Kegiatan di tingkat provinsi ini hanya satu hari. Kami berbagi takjil yang kami kelola sendiri, bukan berupa dana yang disalurkan melalui pemerintah,” ujar Muslimin.
Sementara itu, Kepala Bidang Mineral dan Batubara ESDM Kaltim, Ahmad Pranata, menambahkan bahwa kegiatan sosial yang dilakukan perusahaan tambang melalui program PPM merupakan bagian dari kewajiban perusahaan sebagaimana diatur dalam regulasi sektor pertambangan.
Ia merujuk pada ketentuan Kementerian ESDM yang mengatur delapan pilar program PPM, salah satunya pilar sosial dan budaya yang mencakup kegiatan keagamaan serta bantuan sosial kepada masyarakat.
“Dalam pilar sosial budaya itu termasuk kegiatan keagamaan dan bantuan sosial kemasyarakatan. Jadi kegiatan berbagi di bulan Ramadan juga merupakan bagian dari implementasi program tersebut,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, ESDM Kaltim berharap momentum Ramadan dapat dimanfaatkan untuk memperkuat kepedulian sosial sekaligus menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat yang membutuhkan.
![]()

