KRONIKAL.ORG, SAMARINDA – Musim kemarau dengan kondisi jalan yang lebih berdebu membuat sepeda motor membutuhkan perhatian lebih, terutama bagi masyarakat yang mengandalkan kendaraan roda dua untuk aktivitas sehari-hari.
Salah satu komponen yang perlu mendapat perhatian adalah filter udara. Komponen ini memiliki fungsi penting dalam proses pembakaran mesin karena bertugas menyaring debu dan kotoran sebelum udara masuk ke ruang bakar.
Technical Service Manager Astra Motor Kalimantan Timur 2, Ignatius Nindyatama, mengatakan kondisi jalan yang kering selama musim kemarau membuat jumlah partikel debu di udara meningkat. Akibatnya, filter udara motor dapat lebih cepat kotor dibandingkan kondisi normal.
“Tanpa filter udara yang bersih, aliran udara ke ruang bakar akan terhambat. Hal ini akan mengakibatkan campuran udara dan bahan bakar menjadi tidak ideal,” ungkap Ignatius.
Menurutnya, ada sejumlah kondisi yang membuat filter udara motor lebih cepat mengalami penumpukan kotoran. Permukaan jalan yang kering menjadi salah satu faktor utama karena debu lebih mudah beterbangan dan masuk ke sistem intake udara.
Risiko tersebut semakin besar pada motor yang sering digunakan di jalan ramai, kawasan proyek konstruksi, jalur berpasir maupun ruas jalan yang banyak dilalui kendaraan berukuran besar. Intensitas penggunaan motor yang tinggi juga membuat komponen tersebut lebih sering terpapar debu.
Kondisi filter udara yang mulai kotor sebenarnya dapat dikenali dari perubahan performa kendaraan. Pengendara dapat merasakan tarikan motor menjadi lebih berat dan respons mesin berkurang.
Gejala lain yang dapat muncul yakni konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros, tenaga mesin menurun terutama ketika motor digunakan di tanjakan atau membawa penumpang, hingga suara mesin yang terdengar lebih kasar.
Jika kondisi tersebut diabaikan, dampaknya tidak hanya berkaitan dengan kenyamanan berkendara. Suplai udara yang terhambat dapat menyebabkan performa mesin menurun dan konsumsi bahan bakar meningkat.
Dalam penggunaan jangka panjang, filter udara yang tidak diperiksa juga berpotensi membuat ruang bakar lebih cepat kotor dan memengaruhi usia sejumlah komponen mesin.
“Pemeriksaan filter udara secara berkala adalah langkah sederhana namun efektif untuk menjaga motor tetap irit, responsif, dan nyaman digunakan,” tambah Nindyatama.
Ia menyarankan pemeriksaan filter udara dilakukan secara berkala saat sepeda motor menjalani servis di bengkel resmi AHASS.
” Idealnya, pemeriksaan filter udara dilakukan saat servis berkala di AHASS setiap 18.000 kilometer sesuai jadwal perawatan motor Honda. Namun, pada musim kemarau atau jika motor sering digunakan di area berdebu, pemeriksaan dapat dilakukan lebih sering,” jelasnya.
Menurut Nindyatama, teknisi AHASS akan melihat kondisi filter udara saat pemeriksaan. Jika masih memungkinkan, filter dapat dibersihkan. Namun, apabila kondisinya sudah tidak layak digunakan, teknisi akan menyarankan penggantian.
Pemeriksaan yang lebih rutin selama musim kemarau, lanjutnya, dapat membantu pengendara menjaga performa sepeda motor sekaligus mencegah gangguan yang muncul akibat penumpukan debu pada sistem udara mesin.
![]()



