
KRONIKAL.ORG, SAMARINDA — Bank Indonesia terus memperkuat peran UMKM dan digitalisasi sebagai pilar utama pengembangan ekonomi kerakyatan di Kalimantan Timur. Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta menyampaikan bahwa pengembangan UMKM dilakukan melalui pendekatan berbasis ekosistem yang menghubungkan pelaku usaha dengan agregator, perbankan, dan pasar digital.
“UMKM binaan kami dorong tidak hanya go nasional, tetapi juga go global melalui pemanfaatan pasar digital dan integrasi dengan rantai pasok industri besar,” kata Filianingsih.
Bank Indonesia memfokuskan pengembangan UMKM pada sektor unggulan, seperti makanan dan minuman serta produk kreatif berbasis wastra. Pendekatan ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan ekonomi daerah sekaligus mendukung hilirisasi dan peningkatan ekspor.
Di sisi lain, digitalisasi sistem pembayaran juga menjadi perhatian utama BI. Hingga 2025, jumlah merchant QRIS di Kalimantan Timur tercatat lebih dari 798 ribu pedagang dengan sekitar 850 ribu pengguna. Sepanjang tahun yang sama, volume transaksi QRIS mencapai 203 ribu transaksi.
Menurut Filianingsih, pemanfaatan QRIS tidak hanya memudahkan transaksi masyarakat, tetapi juga membantu meningkatkan omzet UMKM serta mendorong elektronifikasi transaksi pemerintah daerah. Capaian ini turut mendorong peningkatan indeks elektronifikasi transaksi pemerintah daerah (ETPD) Kalimantan Timur yang telah mencapai skor 95,34 persen.
Atas konsistensi tersebut, Kalimantan Timur berhasil meraih penghargaan sebagai TP2DD berkinerja terbaik pertama untuk kategori provinsi wilayah Kalimantan.
“Kedepannya, kami berharap penguatan UMKM dan digitalisasi ini dapat terus berlanjut sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan,” pungkas Deputi Gubernur Bank Indonesia.
![]()

