
KRONIKAL.ORG, SAMARINDA — Momentum Ramadan dimanfaatkan SMK Medika Samarinda untuk mempererat kebersamaan sekaligus menegaskan arah pengembangan sekolah. Dalam kegiatan buka puasa bersama yang digelar di lingkungan sekolah, Sabtu (28/2/2026), manajemen sekolah menyampaikan komitmen mempertahankan program pendidikan gratis serta rencana pembangunan gedung tiga lantai.
Acara tersebut dihadiri guru, tenaga kependidikan, warga sekitar, hingga mitra pendidikan. Kepala SMK Medika Samarinda Musmulyadi, menuturkan kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bentuk syukur atas perkembangan sekolah yang kini menjadi salah satu SMK dengan jumlah siswa terbesar di Kalimantan Timur.
“Ini kegiatan rutin sebagai rasa syukur. Kita ingin menjaga kebersamaan, bukan hanya internal sekolah tapi juga dengan masyarakat sekitar,” ujarnya.
Suasana kebersamaan terasa sejak persiapan. Para guru terlibat langsung menyiapkan hidangan berbuka, mulai dari membuat kue hingga membakar lauk. Musmulyadi menyebut partisipasi tersebut sebagai simbol kekompakan sekaligus nilai keberkahan yang ingin dibangun di lingkungan sekolah.
Di hadapan tamu undangan, ia juga memaparkan rencana pembangunan ruang kelas baru. SMK Medika telah melakukan pembebasan lahan di samping sekolah dan menargetkan pembangunan gedung tiga lantai pada 2026. Langkah itu diambil karena keterbatasan ruang belajar, seiring jumlah siswa yang telah mencapai sekitar 1.500 orang dan ditargetkan meningkat hingga 2.000 siswa.
Meski demikian, Musmulyadi menegaskan kualitas sekolah tidak semata ditentukan oleh infrastruktur. Menurutnya, proses pembelajaran dan kualitas guru menjadi faktor dominan keberhasilan pendidikan.
“Sekolah berkualitas bukan dilihat dari bangunannya, tapi dari prosesnya. Enam puluh persen indikator keberhasilan itu ada pada guru,” tegasnya.
SMK Medika juga meneguhkan konsistensi menjalankan program sekolah gratis atau “gratis pol”. Sekolah telah menerima dukungan bantuan Rp800 ribu per siswa untuk menunjang kebutuhan perlengkapan seperti seragam dan atribut lainnyab. Musmulyadi menyebut kebijakan itu dijalankan secara penuh tanpa pungutan tambahan.
Selain penguatan internal, sekolah memperluas jejaring kerja sama. Nota kesepahaman dengan Politeknik Negeri Kesehatan membuka peluang lulusan melanjutkan studi, sekaligus peningkatan kualifikasi guru. Program pelatihan kerja ke Jepang juga tengah dipersiapkan melalui tahapan pelatihan intensif dan seleksi kemampuan bahasa.
Menutup kegiatan, Musmulyadi berharap dukungan masyarakat terus mengalir agar SMK Medika tetap menjadi sekolah unggulan yang melahirkan lulusan siap kerja maupun berwirausaha.
“Kami ingin Medika bukan hanya milik yayasan, tapi milik masyarakat sekitar. Doakan agar kami tetap konsisten mencetak lulusan yang mandiri dan berkualitas,” pungkasnya.
![]()

