KRONIKAL.ORG, SAMARINDA — SMK Medika Samarinda kini memilih cara berbeda dalam membangun ekosistem belajar di sekolah. Tidak hanya fokus pada capaian akademik, sekolah ini mulai memberi perhatian lebih pada kreativitas dan kesehatan mental para siswanya.

Komitmen itu diwujudkan lewat peresmian studio rekaman dan studio band di lingkungan sekolah, Kamis (21/5/2026). Kehadiran fasilitas baru tersebut diharapkan menjadi ruang ekspresi bagi siswa, sekaligus alternatif pembelajaran yang lebih dekat dengan minat generasi muda saat ini.

Peresmian studio itu turut dihadiri Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Timur Rahmat Ramadhan, jajaran Forkopimcam Samarinda Utara, serta unsur pimpinan sekolah.

Kepala SMK Medika Samarinda, Musmulyadi, mengatakan pembangunan studio rekaman bukan sekadar menambah fasilitas sekolah. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya menciptakan lingkungan belajar yang lebih menyenangkan dan relevan dengan kebutuhan siswa masa kini.

“Ini bukan sekadar studio musik. Kami ingin sekolah menjadi tempat yang membuat siswa merasa nyaman, bahagia, dan punya ruang untuk mengekspresikan diri,” ujarnya.

Musmulyadi meyakini seni, khususnya musik, memiliki peran penting dalam membantu menjaga keseimbangan emosional siswa. Karena itu, pendekatan berbasis kreativitas dinilai penting untuk terus dikembangkan di lingkungan sekolah.

“Saya percaya satu lagu bisa membantu menyelesaikan banyak persoalan. Musik itu menyentuh hati, sementara banyak persoalan manusia justru berawal dari situ,” katanya.

Bahkan, ia berharap budaya bermusik bisa menjadi bagian dari keseharian di sekolah, tidak hanya bagi siswa tetapi juga para guru.

“Kalau guru masuk kelas dengan suasana hati yang baik, energi positif itu pasti ikut dirasakan siswa,” tambahnya.

Saat ini, SMK Medika Samarinda memiliki 1.452 siswa dengan 31 kegiatan ekstrakurikuler. Jumlah itu menjadikan sekolah tersebut sebagai salah satu sekolah dengan pilihan kegiatan non-akademik terbanyak di Kalimantan Timur.

Selain menjadi ruang berekspresi, studio rekaman itu juga dinilai membuka peluang baru bagi siswa untuk mengenal industri kreatif sejak dini. Mulai dari proses produksi musik, teknik rekaman, hingga pengelolaan konten digital.

Sebagai bagian dari peluncuran fasilitas baru itu, sekolah juga merilis lagu cover berjudul Jangan Salah Menilaiku yang dibawakan langsung oleh kepala sekolah dan akan dipublikasikan melalui platform digital sekolah.

“Hari ini juga langsung kami unggah ke YouTube dan Instagram. Kami ingin menunjukkan bahwa siswa SMK Medika tidak hanya unggul di akademik atau olahraga, tetapi juga mampu berprestasi di bidang seni,” kata Musmulyadi.

Langkah inovatif SMK Medika itu mendapat apresiasi dari Sekretaris Dinas Pendidikan Kaltim, Rahmat Ramadhan. Ia menilai keberadaan studio rekaman di lingkungan sekolah masih tergolong langka.

“Ini inovasi yang luar biasa. Saya baru melihat konsep seperti ini di sekolah, dan menurut saya ini patut diapresiasi,” ujarnya.

Rahmat berharap fasilitas tersebut benar-benar dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung pengembangan bakat sekaligus membentuk karakter siswa.

Hal senada disampaikan Kepala Pembina SMK Medika Samarinda, Sudirman. Menurutnya, pendidikan saat ini tidak cukup hanya mengejar nilai akademik, tetapi juga harus mampu membentuk karakter, keterampilan hidup, dan rasa percaya diri siswa.

“Itulah yang sedang dibangun di SMK Medika. Sekolah harus menjadi tempat tumbuh, bukan sekadar tempat belajar,” pungkasnya.

Loading