KRONIKAL.ORG, SAMARINDA — Kebutuhan lahan tempat pemakaman umum (TPU) menjadi sorotan utama dalam agenda reses masa sidang I 2026 yang digelar Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Andi Saharuddin, di Jalan Harum Nafsi, RT 17 dan RT 18, Kelurahan Rapak Dalam, Kecamatan Loa Janan Ilir, Jumat (13/2/2026).

Dalam forum dialog bersama warga, persoalan keterbatasan area pemakaman disebut mendesak untuk segera dicarikan solusi. Selain itu, masyarakat juga mengusulkan perbaikan jalan lingkungan, pembangunan drainase atau gorong-gorong, serta pemasangan lampu penerangan jalan.

Andi menyatakan, seluruh aspirasi tersebut akan dihimpun dan dipetakan sesuai skala prioritas serta kewenangan yang dimiliki DPRD.

“TPU ini menyangkut kebutuhan dasar masyarakat. Kami akan koordinasikan dengan pemerintah kota untuk melihat kemungkinan penyediaan lahan,” ujarnya.

Ia menegaskan, reses merupakan bagian dari fungsi representasi anggota dewan untuk memastikan kebijakan pembangunan berbasis kebutuhan riil warga. Kegiatan di Rapak Dalam itu merupakan reses keduanya pada masa sidang berjalan.

Menurut Andi, komunikasi langsung dengan masyarakat menjadi instrumen penting agar arah pembangunan tidak hanya bersifat administratif, tetapi menjawab persoalan konkret di lingkungan.

Terkait kondisi fiskal daerah dan kebijakan efisiensi anggaran, ia mengakui adanya kemungkinan penyesuaian terhadap sejumlah program. Namun, ia menekankan bahwa efisiensi tidak boleh dimaknai sebagai penghentian pembangunan.

“Pembangunan tetap harus berjalan, meskipun bertahap. Yang penting konsisten, tidak mengurangi kualitas, dan benar-benar menyentuh kebutuhan warga,” tegasnya.

Ia juga memastikan komitmennya memperjuangkan aspirasi tanpa membedakan wilayah berdasarkan perolehan suara pada pemilihan legislatif lalu.

“Hasil reses tersebut selanjutnya akan menjadi bahan dalam pembahasan program dan penganggaran bersama pemerintah kota. Kami berharap tentunya, usulan warga Rapak Dalam bisa ditindaklanjuti secara bertahap melalui koordinasi lintas perangkat daerah,” pungkas Andi Saharuddin.

Loading