KRONIKAL.ORG, SAMARINDA — Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda dari Fraksi Demokrat, Viktor Yuan, memfokuskan agenda reses masa sidang I tahun 2026 di kawasan Bumi Sempaja pada penguatan ekonomi masyarakat di tengah kebijakan efisiensi anggaran daerah.

Dalam dialog bersama ketua RT dan perwakilan warga dari sejumlah titik di Samarinda Utara, Viktor menegaskan bahwa kebijakan efisiensi tidak boleh dipandang sebagai beban semata. Menurut dia, situasi tersebut justru menjadi momentum untuk menggali potensi baru guna meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

“Bagaimana kita bersama Pemerintah Kota Samarinda menghadapi efisiensi ini agar tidak dianggap sesuatu yang berat. Kita harus melihat potensi yang bisa dimanfaatkan untuk menambah PAD,” ujarnya usai kegiatan, Jumat (13/2/2026).

Jika pada tahun sebelumnya pembahasan reses lebih banyak berkutat pada infrastruktur, kali ini Viktor mengarahkan perhatian pada sektor UMKM, pariwisata, serta penguatan ketahanan pangan. Ia menilai sektor-sektor tersebut lebih cepat berdampak langsung terhadap ekonomi warga.

Viktor juga menyinggung peluang keterlibatan masyarakat dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia mendorong warga berpartisipasi melalui penyediaan bahan pangan lokal agar perputaran ekonomi terjadi di tingkat bawah.

“Masyarakat bisa ambil bagian, minimal dari sisi ketahanan pangan. Dengan begitu, program yang ada juga memberi manfaat ekonomi,” katanya.

Salah satu aspirasi yang mencuat adalah pengembangan pasar rakyat di kawasan Tanah Merah. Viktor menilai wilayah itu memiliki potensi wisata seperti pemandian dan air terjun, serta komunitas warga yang kuat secara kultural.

Menurutnya, konsep pasar rakyat dapat dikolaborasikan dengan pendekatan budaya, meniru pola pasar di Jawa yang memadukan aktivitas ekonomi dan tradisi lokal.

“Potensinya ada dan masyarakatnya siap. Tinggal bagaimana kita dorong pemerintah menghadirkan pasar rakyat yang terintegrasi dengan budaya,” beber Viktor.

Ia menyatakan akan berkoordinasi dengan lurah dan perangkat daerah terkait untuk memetakan aset milik Pemkot yang memungkinkan dimanfaatkan sebagai lokasi pasar.

Di akhir pertemuan, Viktor berharap terdapat keselarasan antara program pemerintah dan kebutuhan warga. Ia juga mengingatkan pentingnya pemahaman bersama terhadap kondisi fiskal daerah agar tidak terjadi saling menyalahkan.

“Harapannya ada saling pengertian. Masyarakat memahami kondisi keuangan daerah, dan pemerintah juga mendengar apa yang menjadi kebutuhan warga,” tutupnya.

Loading