
KRONIKAL.ORG, SAMARINDA – Himpunan Pengusaha KAHMI (HIPKA) Kalimantan Timur resmi melantik jajaran Badan Pengurus Wilayah (BPW) periode 2025–2030 di Ballroom Hotel Claro Pandurata Samarinda, Rabu (17/6/2026). Kepengurusan baru diharapkan mampu memperkuat peran pengusaha lokal dalam memanfaatkan peluang investasi yang terus berkembang di Kalimantan Timur.
Pelantikan yang mengusung tema “Penguatan Ekosistem Bisnis Pengusaha Lokal Menuju Kemandirian Ekonomi Kalimantan Timur” itu turut dirangkaikan dengan forum bisnis dan penandatanganan nota kesepahaman bersama sejumlah organisasi pengusaha serta mitra strategis.
Ketua Panitia Pelaksana, Arif Rahman Hakim, mengatakan pelantikan tersebut menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus awal penguatan kolaborasi antarpelaku usaha di Kalimantan Timur.
Menurutnya, tantangan dunia usaha ke depan tidak bisa dihadapi secara sendiri-sendiri. Dibutuhkan sinergi antara organisasi pengusaha, pemerintah, dunia perbankan, akademisi, hingga sektor swasta agar pelaku usaha lokal mampu meningkatkan daya saing.
“Hari ini bukan sekadar pelantikan pengurus. Kami ingin membangun kolaborasi yang lebih luas agar pengusaha lokal memiliki ekosistem bisnis yang kuat dan mampu mengambil peluang ekonomi yang terus berkembang di Kalimantan Timur,” ujar Arif.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra yang telah mendukung penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Dalam kesempatan itu, HIPKA Kaltim juga menandatangani nota kesepahaman dengan delapan mitra strategis sebagai bentuk komitmen membangun kerja sama jangka panjang.
“Awalnya kami merencanakan kerja sama dengan sepuluh mitra. Hari ini delapan di antaranya telah menandatangani nota kesepahaman sebagai langkah awal memperkuat kemitraan,” katanya.
Dirangkai Forum Bisnis
Selain prosesi pelantikan, HIPKA Kaltim menggelar forum bisnis yang mempertemukan unsur pemerintah, regulator, akademisi, lembaga keuangan, dan pelaku usaha.
Diskusi tersebut membahas berbagai isu strategis, mulai dari akses pembiayaan, peningkatan daya saing pengusaha daerah, hingga penguatan ekosistem bisnis yang berkelanjutan.
Sejumlah narasumber hadir dalam forum tersebut, di antaranya Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Timur Jajang Hermawan, Kepala Otoritas Jasa Keuangan Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara Misran Pasaribu, Guru Besar Universitas Mulawarman Prof. Aswin, Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Kindari, Direktur Utama BRI Hery Gunardi, serta Direktur Utama Bank Kaltimtara Romy Wijayanto.
Menurut Arif, kolaborasi lintas sektor menjadi faktor penting agar pelaku usaha lokal mampu tumbuh di tengah meningkatnya aktivitas investasi di Kalimantan Timur.
“Pengusaha lokal harus menjadi pelaku utama di daerahnya sendiri. Karena itu, kami membangun komunikasi dan kerja sama dengan berbagai pihak agar peluang yang ada bisa dimanfaatkan secara maksimal,” ujarnya.
Perkuat Jejaring Pengusaha
Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan bersama Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kaltim, Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Kaltim, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kaltim, serta sejumlah perusahaan seperti PT Bara Kumala Sakti, PT Migas Mandiri Pratama, dan PT Melati Bhakti Satya.
Kemitraan tersebut diharapkan membuka akses yang lebih luas bagi pengusaha lokal, baik dalam pengembangan usaha, perluasan pasar, maupun peluang investasi.
Arif juga mengungkapkan bahwa keluarga besar Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kalimantan Timur tengah mempersiapkan diri untuk mendukung pelaksanaan Musyawarah Nasional HIPKA di tingkat nasional.
“Kami berharap Kalimantan Timur dapat mengambil peran strategis dalam agenda-agenda besar HIPKA ke depan sekaligus memperkuat posisi pengusaha daerah di tingkat nasional,” katanya.
Pelantikan pengurus BPW HIPKA Kaltim periode 2025–2030 tersebut dihadiri jajaran pengurus HIPKA pusat, pelaku usaha, akademisi, pimpinan lembaga keuangan, serta berbagai mitra strategis yang bergerak di sektor ekonomi dan investasi.
![]()

