KRONIKAL.ORG, SAMARINDA – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di SMK Medika Samarinda dikemas berbeda. Selama tiga hari, aktivitas sekolah dipindahkan dari ruang kelas ke Samarinda Square melalui rangkaian Festival Merah Putih.
Bukan sekadar perlombaan khas Agustusan, kegiatan tersebut memadukan hiburan, pendidikan karakter, kegiatan keagamaan dan penguatan semangat nasionalisme para pelajar.
Puncak rangkaian kegiatan berlangsung pada Senin, 17 Agustus 2026. Upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI digelar di area Samarinda Square dan diikuti siswa, guru, karyawan pusat perbelanjaan serta para tenant.
Kepala SMK Medika Samarinda, Musmulyadi, mengatakan pemindahan aktivitas pembelajaran selama tiga hari ke pusat perbelanjaan merupakan bagian dari cara sekolah memberikan pengalaman berbeda kepada siswa dalam memperingati kemerdekaan.
“Ini kebetulan kegiatan Festival Merah Putih SMK Medika, jadi sekolah kita liburkan selama tiga hari, libur belajar. Tapi pembelajarannya di Mall Samarinda Square,” ungkap Musmulyadi, Rabu (12/08/2026).
Menurut dia, konsep tersebut dibuat agar siswa dapat menikmati momentum kemerdekaan dalam suasana yang lebih santai tanpa meninggalkan nilai pendidikan.
Para siswa mengikuti berbagai perlombaan, mulai dari joget balon, memasukkan kelereng ke dalam botol hingga lomba makan kerupuk. Konsep permainan tradisional tersebut dikemas lebih modern dengan memanfaatkan ruang publik di pusat perbelanjaan.
“Selama tiga hari ini salah satu kontribusi sekolah bagaimana memberikan kepada anak-anak untuk bersuka ria, menikmati kemerdekaan Republik Indonesia ini,” ujarnya.
Sekitar 1.500 siswa dan guru SMK Medika Samarinda terlibat dalam rangkaian Festival Merah Putih tersebut. Kegiatan juga menjadi ruang bagi sekolah untuk menanamkan pemahaman bahwa kemerdekaan tidak hanya diperingati melalui seremoni, tetapi juga dapat diisi dengan kegiatan positif.
Khataman Al-Qur’an dan Kreasi Telur

Ada sejumlah kegiatan yang membedakan Festival Merah Putih tahun ini dengan pelaksanaan sebelumnya.
Salah satunya adalah khataman Al-Qur’an yang diikuti 18 siswa. Kegiatan keagamaan tersebut dirangkaikan dengan lomba kreasi telur antarkelas.
Selain itu, siswa juga mengikuti lomba lagu Mars SMK Medika Samarinda. Lagu-lagu nasional dan lagu perjuangan turut dimasukkan dalam perlombaan.
Musmulyadi mengatakan lomba tersebut tidak hanya bertujuan mencari pemenang. Sekolah ingin memastikan para siswa mengenal dan menghafal lagu mars sekolah sekaligus semakin dekat dengan lagu-lagu nasional.
“Yang membedakan itu karena tahun ini kita juga sekaligus merayakan khataman Quran. Ada 18 siswa khataman Quran sekaligus lomba kreasi telur, dilombakan per kelas,” jelasnya.
Menurut Musmulyadi, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah menciptakan suasana belajar yang tidak monoton.
Bagi SMK Medika Samarinda, pengalaman merayakan kemerdekaan secara bersama-sama di ruang publik juga diharapkan dapat menumbuhkan rasa memiliki terhadap bangsa.
Upacara Kemerdekaan Libatkan Karyawan Mall
Peringatan kemerdekaan kemudian mencapai puncaknya pada 17 Agustus 2026 melalui upacara bendera di area Samarinda Square.
Tidak hanya siswa dan guru SMK Medika Samarinda yang mengikuti upacara. Karyawan dan tenant di lingkungan Samarinda Square juga dilibatkan.
Musmulyadi menyebut sekitar 1.500 siswa dan guru berkumpul dalam momentum tersebut bersama karyawan serta tenant pusat perbelanjaan.
Baca Juga 3.420 Telur Merah Putih dan Khataman Al-Qur’an Warnai Festival HUT RI SMK Medika Samarinda
Karyawan Robinson, Informa, Jakarta Intiland, Samarinda Square hingga tenant-tenant yang berada di kawasan mall turut hadir dalam upacara.
Pelaksanaan upacara tersebut sekaligus menjadi bentuk penghormatan kepada para pejuang yang telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
“Sebagai bukti bahwa kita ini sebagai warga negara Indonesia patutlah memberikan sebuah penghormatan kepada para pendahulu kita yang telah mendahului kita,” kata Musmulyadi.
Suasana upacara semakin semarak dengan tarian kolosal Nusantara yang dibawakan dalam rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan RI. Pertunjukan tersebut menghadirkan keberagaman budaya Indonesia sebagai bagian dari pesan persatuan dalam perayaan kemerdekaan.
Tarian kolosal tersebut menjadi salah satu atraksi yang memperkuat nuansa kebangsaan dalam upacara, sekaligus memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengenal dan menampilkan kekayaan budaya Nusantara.
Siswa dan Karyawan Mall Bertanding
Selepas upacara, rangkaian kegiatan tidak langsung berakhir.
SMK Medika Samarinda kembali menggelar kegiatan bersama dengan pihak Samarinda Square melalui lomba antara keluarga besar SMK Medika Samarinda dan karyawan mall.
Pertandingan tersebut menjadi bagian dari suasana kebersamaan dalam perayaan kemerdekaan. Bukan hanya siswa yang terlibat, tetapi juga para pekerja yang sehari-hari menjalankan aktivitas di lingkungan pusat perbelanjaan.
Konsep tersebut membuat Festival Merah Putih tidak hanya menjadi kegiatan internal sekolah. Ruang publik yang menjadi lokasi kegiatan justru mempertemukan pelajar, guru, karyawan dan masyarakat dalam satu momentum perayaan.
Bagi sekolah, keterlibatan berbagai unsur tersebut sejalan dengan semangat kemerdekaan yang ingin ditanamkan kepada para siswa.
Mengisi Kemerdekaan dengan Belajar

Musmulyadi menilai generasi muda saat ini memiliki bentuk perjuangan yang berbeda dengan generasi terdahulu.
Jika para pejuang dahulu mempertahankan kemerdekaan melalui pengorbanan dan perjuangan bersenjata, pelajar memiliki tugas untuk mengisi kemerdekaan melalui pendidikan.
Karena itu, siswa didorong untuk belajar dengan baik, menjaga disiplin dan memperluas wawasan.
“Sekarang bagaimana kita tinggal mengisi, seorang pelajar adalah dengan belajar yang baik, dengan disiplin yang baik, kemudian menambah wawasan mereka supaya nantinya bisa mengisi kemerdekaan ini dengan bijak,” tuturnya.
Pesan tersebut tidak hanya ditujukan kepada siswa SMK Medika Samarinda. Musmulyadi berharap semangat perjuangan tetap tumbuh di kalangan generasi muda Indonesia, meskipun bentuk perjuangannya telah berubah.
Menurutnya, nilai-nilai perjuangan perlu terus dipupuk agar tidak melemah di tengah perubahan zaman.
“Nilai-nilai juang kepada pelajar bukan hanya siswa Medika tapi seluruh bangsa Indonesia itu perlu ditunjang, perlu dipupuk dengan baik supaya tidak kendor, tidak lemah, tetap menjadi semangat juang yang tinggi,” ujarnya.
Ia menambahkan, kemerdekaan dapat diisi melalui berbagai bidang sesuai peran masing-masing. Pelajar menjalankan tugasnya melalui pendidikan, sementara masyarakat lainnya dapat berkontribusi melalui pekerjaan dan tanggung jawab masing-masing.
“Dengan mengisi kemerdekaan ini dengan pembangunan,” kata Musmulyadi.
Festival Merah Putih SMK Medika Samarinda akhirnya tidak hanya menjadi rangkaian lomba menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Kegiatan tersebut menjadi ruang pertemuan antara pendidikan, budaya, agama, kreativitas dan kebersamaan masyarakat.
“Seluruh rangkaian yang kami gelar diarahkan pada satu pesan, bahwa kemerdekaan harus dirayakan sekaligus diisi dengan hal-hal positif oleh generasi penerus bangsa,” pungkasnya.
![]()



