KRONIKAL.ORG, SAMARINDA – Dua atlet muda Kalimantan Timur berhasil membawa pulang medali emas dari Batam International Taekwondo Championship 2026 yang berlangsung di Pacific Palace Hotel, Batam, Kepulauan Riau, 4 hingga 5 September 2026. Aji Muhammad Fikrial Hazza Kesuma dan Naraya Queen Tabita menjadi wakil Kaltim yang tampil sebagai juara di kelas masing-masing.
Aji, atlet asal Kabupaten Berau, meraih emas pada nomor Professional Kyorugi Junior U-68 Male. Sementara Naraya, atlet asal Kabupaten Kutai Kartanegara, menjadi yang terbaik di nomor Kyorugi Cadet U-51 Female.
Keduanya merupakan atlet binaan Sekolah Khusus Olahragawan Internasional Kalimantan Timur (SKOI Kaltim) di bawah asuhan pelatih taekwondo Eny Pangestuningsih. Prestasi tersebut menjadi hasil penting dalam proses pembinaan keduanya sebagai atlet muda Kaltim.
Persaingan di kejuaraan tersebut cukup ketat karena diikuti sekitar 600 atlet dari berbagai daerah di Indonesia serta peserta dari Singapura dan Malaysia. Kompetisi yang digelar Pengurus Provinsi TI Kepulauan Riau bersama Pengurus Kota TI Batam itu mempertandingkan nomor Kyorugi dan Poomsae.
Bagi Aji, medali emas tersebut menjadi modal menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim yang akan berlangsung di Kabupaten Paser pada November 2026. Ia dipersiapkan mewakili Kabupaten Berau, sedangkan Naraya belum dapat tampil karena masih berada dalam kategori junior.
Pelatih taekwondo SKOI Kaltim Eny Pangestuningsih bersyukur atas pencapaian kedua atletnya. Menurutnya, hasil tersebut merupakan buah dari proses latihan sekaligus dukungan orang tua, pelatih dan berbagai pihak yang terlibat dalam pembinaan.
“Kami sangat bersyukur Aji dan Naraya bisa meraih hasil terbaik di kejuaraan ini. Ini tentu menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi mereka untuk terus berkembang,” ujar Eny.
Eny menilai kejuaraan seperti Batam International Taekwondo Championship tidak hanya menjadi ajang mengejar medali. Pertandingan tersebut juga memberikan kesempatan bagi atlet menambah jam terbang, menguji kemampuan dan menghadapi lawan dengan karakter serta gaya bertanding yang berbeda.
Karena itu, ia meminta Aji dan Naraya tidak cepat berpuas diri dengan hasil yang telah diraih. Evaluasi teknik, fisik dan mental bertanding tetap diperlukan agar keduanya semakin matang menghadapi kompetisi berikutnya.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada orangtua atlet, KONI, Disdikbud Kaltim, SKOI, tim pelatih, dan semua pihak yang sudah memberikan dukungan. Medali ini bukan akhir, tetapi menjadi bagian dari proses untuk terus meningkatkan kemampuan mereka,” tuturnya.
![]()



