KRONIKAL.ORG, SAMARINDA – Menguatnya sejumlah nama kader Partai Gerindra sebagai kandidat potensial pada Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Samarinda 2030 dinilai sebagai dinamika politik yang positif di internal partai. Salah satu nama yang turut mencuat adalah Sekretaris DPD Partai Gerindra Kalimantan Timur, Agus Suwandy.
Menanggapi berkembangnya aspirasi tersebut, Agus menegaskan bahwa kemunculan sejumlah kader merupakan hal yang wajar dalam proses regenerasi politik. Namun, ia mengingatkan bahwa penentuan calon kepala daerah tetap menjadi kewenangan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra.
“Belakangan memang muncul beberapa nama kader Gerindra untuk calon Wali Kota Samarinda, termasuk nama saya. Ini menunjukkan dinamika yang positif bagi partai karena kita sudah memiliki kader-kader yang dinilai layak untuk diusung,” ujar Agus Suwandy, Senin (29/6/2026).
Selain Agus, dua nama lain yang juga disebut sebagai figur potensial ialah Ketua DPRD Kota Samarinda Helmi Abdullah dan Anggota DPRD Kalimantan Timur Afif Reyhan Andi Harun.
Menurut Agus, fenomena tersebut bukan hanya terjadi di Samarinda, tetapi juga mulai terlihat di berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Timur. Hanya saja, dinamika di Samarinda menjadi lebih menarik karena posisi strategisnya sebagai ibu kota provinsi dan akan berakhirnya masa jabatan Wali Kota Andi Harun yang telah memasuki periode kedua.
Ia mengungkapkan, mulai dikenalkannya kader-kader internal merupakan bagian dari hasil konsolidasi Partai Gerindra yang digelar di Balikpapan pada Mei 2026 lalu. Salah satu rekomendasinya ialah mendorong kader terbaik mulai membangun komunikasi politik dengan masyarakat sejak dini.
“Kerja politik tidak bisa dilakukan secara instan. Karena itu kader harus mulai bergerak dari sekarang, hadir di tengah masyarakat dan berupaya memberikan solusi atas persoalan yang mereka hadapi,” katanya.
Meski namanya ikut diperbincangkan, Agus menegaskan dirinya tetap menghormati mekanisme partai. Seluruh kader, kata dia, memiliki kesempatan yang sama sepanjang mampu menunjukkan kapasitas, loyalitas, dan kerja nyata.
Ia juga memastikan akan memberikan dukungan penuh kepada siapa pun kader yang nantinya mendapatkan mandat resmi dari DPP Partai Gerindra untuk bertarung pada Pilkada Samarinda 2030.
“Sebagai kader, fatsun politik kami sudah jelas. Siapa pun yang diputuskan oleh DPP sebagai calon terbaik, itulah yang akan kami kawal dan menangkan bersama,” tegas anggota DPRD Kalimantan Timur tersebut.
![]()



