KRONIKAL.ORG, SAMARINDA — Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah, menegaskan pihaknya siap menjembatani persoalan yang terjadi di kalangan pedagang di Pasar Pagi Samarinda.

Menurut Helmi, DPRD telah beberapa kali melakukan pertemuan dengan perwakilan pedagang serta berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan Kota Samarinda untuk mencari solusi atas polemik yang terjadi.

Ia menjelaskan, salah satu persoalan yang muncul adalah adanya pedagang yang memiliki lapak tetapi tidak berjualan, sementara di sisi lain ada pedagang yang aktif berdagang namun tidak memiliki lapak sendiri.

“Di sana ada yang punya lapak tapi tidak berjualan. Ada juga yang berjualan tapi tidak memiliki lapak. Bahkan ada yang menyewa dari pemilik lapak tersebut,” ujarnya.

Kondisi ini, lanjut Helmi, memunculkan perbedaan kepentingan di antara para pedagang. Pemilik lapak yang tidak berjualan merasa memiliki hak untuk menyewakan lapaknya, sementara pedagang yang aktif berdagang berharap mendapatkan kepastian tempat berjualan.

Meski demikian, Helmi menilai langkah yang diambil Pemerintah Kota sejauh ini memiliki tujuan baik, yakni menata aktivitas perdagangan agar lebih tertib dan memberikan kesempatan kepada pedagang yang benar-benar berjualan.

Ia menegaskan, DPRD akan berperan sebagai penengah untuk memastikan solusi yang diambil dapat diterima semua pihak.

“Dari pihak DPRD nanti kita akan menjembatani, kira-kira mencari solusi terbaik agar persoalan ini bisa diselesaikan,” tegasnya.

Loading