
KRONIKAL.ORG, SAMARINDA – Universitas IKIP PGRI Kalimantan Timur (Kaltim) membuka peluang seluas-luasnya bagi lulusan SMA/SMK yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Tahun ini, kampus tersebut menawarkan program kuliah gratis tanpa biaya pendaftaran, uang gedung, maupun SPP bagi mahasiswa yang memenuhi syarat program bantuan pendidikan.
Hal itu disampaikan Wakil Rektor Bidang Kerja Sama Universitas IKIP PGRI Kaltim, Abdul Rozak Fahrudin, saat menghadiri pelepasan siswa SMK Medika Samarinda di GOR Segiri, Sabtu (30/5/2026).
Menurut Rozak, pihaknya sengaja memanfaatkan momentum pelepasan siswa untuk memperkenalkan peluang pendidikan tinggi kepada para lulusan yang sedang menentukan pilihan melanjutkan studi.
“Kami berterima kasih kepada Pak Mus Mulyadi karena diberi kesempatan untuk menyampaikan informasi penerimaan mahasiswa baru IKIP PGRI Kaltim. Ini menjadi kesempatan yang baik untuk mengenalkan program-program yang kami miliki kepada para lulusan,” ujarnya.
Rozak mengapresiasi pelaksanaan pelepasan siswa SMK Medika yang dinilainya berlangsung meriah dan memberikan ruang bagi siswa untuk menunjukkan kemampuan serta prestasi yang dimiliki selama menempuh pendidikan.
Menurutnya, acara tersebut tidak hanya menjadi seremoni perpisahan, tetapi juga wadah apresiasi terhadap bakat dan minat siswa.
“Saya melihat banyak potensi siswa yang ditampilkan. Portofolio yang diperlihatkan juga cukup baik. Acaranya dikemas dengan bagus dan memberikan ruang bagi siswa untuk menunjukkan kemampuan mereka,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Rozak juga menjelaskan bahwa IKIP PGRI Kaltim saat ini membuka penerimaan mahasiswa baru tanpa tes akademik. Calon mahasiswa cukup memenuhi persyaratan administrasi dan menunjukkan keseriusan untuk melanjutkan pendidikan.
“Kami tidak menerapkan tes akademik. Yang penting lulus sekolah dan memenuhi persyaratan administrasi. Kalau berkas lengkap dan kuota masih tersedia, bisa langsung diterima,” jelasnya.

Ia menambahkan, proses pendaftaran dapat dilakukan secara langsung di kampus maupun melalui sistem daring yang tersedia di laman resmi IKIP PGRI Kaltim.
Selain itu, kampus juga menyediakan berbagai skema bantuan pendidikan, mulai dari Program Gratispol, Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, hingga beasiswa dari pemerintah daerah dan perusahaan.
Namun demikian, Rozak menegaskan bahwa mahasiswa tidak diperkenankan menerima lebih dari satu jenis beasiswa dalam waktu bersamaan.
“Kalau sudah mendapatkan bantuan dari Program Gratispol, maka tidak bisa lagi menerima KIP Kuliah. Begitu juga sebaliknya. Tujuannya agar bantuan pendidikan bisa merata,” ujarnya.
Untuk memperoleh Program Gratispol, calon mahasiswa diwajibkan memenuhi sejumlah persyaratan administrasi, termasuk kepemilikan Kartu Keluarga yang menunjukkan domisili di Kalimantan Timur sesuai ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, bagi calon mahasiswa dari luar daerah, masih terbuka peluang memperoleh bantuan pendidikan melalui skema KIP Kuliah yang cakupannya bersifat nasional.
Saat ini, kata Rozak, beberapa program studi mulai mendekati batas kuota penerimaan mahasiswa baru, khususnya Program Studi Pendidikan Jasmani yang peminatnya cukup tinggi.
“Untuk program olahraga kuotanya sudah hampir penuh. Sedangkan otomotif masih tersedia sekitar satu kelas lagi. Karena itu kami mengimbau calon mahasiswa segera mendaftar sebelum kuota ditutup,” katanya.
Ia memastikan seluruh proses pendaftaran tidak dipungut biaya apa pun. Bahkan, mahasiswa yang lolos seleksi bantuan pendidikan dapat menempuh kuliah tanpa membayar biaya pendaftaran, uang gedung, maupun SPP.
“Daftar tidak bayar, kuliah juga tidak bayar melalui program yang tersedia. Ini kesempatan yang sangat baik bagi lulusan SMA dan SMK yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi,” pungkasnya. (*)
![]()

