
KRONIKAL.ORG — Tema tentang gaya hidup halal kian sering muncul dalam percakapan sehari-hari, terutama di kalangan anak muda. Pilihan makanan yang semakin beragam, ditambah arus globalisasi kuliner, membuat isu ini tak lagi sekadar soal keyakinan, tetapi juga preferensi.
Dari situ, Intan Tarbiatul Wardah bersama timnya melihat celah untuk diteliti.
Mahasiswi Universitas Terbuka angkatan 2023 itu berhasil lolos dalam Program Pendanaan Penelitian Mahasiswa 2026. Bersama Sriyanti Nurfadhillah dan Yuliyani Handraeni U, ia mengangkat topik Pengaruh Halal Lifestyle Awareness terhadap Preferensi Kuliner Mahasiswa Generasi Z di Era Globalisasi Kuliner.
Riset ini berangkat dari pengamatan sederhana tentang bagaimana mahasiswa hari ini menentukan pilihan di tengah banyaknya opsi makanan, dari yang lokal hingga internasional.
“Kesadaran soal halal itu sekarang tidak selalu terlihat di permukaan, tapi tetap jadi pertimbangan,” kata Intan, Selasa (21/4/2026).
Lahir di Bogor, 13 Oktober 2002, Intan bukan sosok yang asing dengan dunia tulis-menulis. Ia aktif sebagai jurnalis di sejumlah media dan hingga kini masih konsisten menulis di berbagai platform digital. Baginya, menulis adalah cara untuk membaca realitas sekaligus menyusun gagasan.
Di luar itu, ia juga beberapa kali terlibat dalam forum publik sebagai moderator maupun pembicara. Pengalaman tersebut membawanya terbiasa mengolah ide, menyampaikan argumen, sekaligus mendengar sudut pandang lain.
Lingkungan yang ia jalani juga memberi warna tersendiri. Di Pesantren Pramuka Khalifa, Intan tidak hanya belajar, tetapi turut mengambil peran dalam pengembangan literasi dan komunikasi. Ia juga terlibat dalam pengelolaan media serta program pengembangan kemampuan public speaking.
Sejumlah pengalaman lain turut melengkapi perjalanannya. Ia pernah mengikuti pelatihan jurnalistik, uji kompetensi wartawan tingkat muda, hingga terlibat dalam proyek kepenulisan bersama. Dalam beberapa kesempatan, ia juga meraih penghargaan di bidang literasi dan akademik.
Meski begitu, Intan melihat semua itu sebagai bagian dari proses yang terus berjalan.
“Selama masih diberi kesempatan, saya ingin terus belajar,” ujarnya.
Dalam beberapa tahun terakhir, istilah halal lifestyle memang makin akrab. Ia hadir bukan hanya dalam produk makanan, tetapi juga dalam cara pandang dan gaya hidup. Di ruang itu, generasi muda menjadi kelompok yang menarik untuk dibaca.
Bagi Intan, penelitian ini bukan hanya soal angka atau data. Ia melihatnya sebagai upaya memahami perubahan yang sedang berlangsung, bagaimana pilihan dibuat, dan apa yang memengaruhinya.
Program hibah yang ia loloskan menjadi pintu awal untuk memperdalam proses tersebut. Ke depan, hasil riset ini diharapkan tidak berhenti sebagai laporan akademik, tetapi juga memberi gambaran tentang bagaimana generasi muda membaca dan memilih di tengah perubahan yang terus bergerak.
![]()

