KRONIKAL.ORG, SAMARINDA – Kawasan Temindung Creative Hub berubah menjadi lautan Vespa, Sabtu (30/5/2026). Ratusan hingga ribuan scooterist dari berbagai daerah di Kalimantan Timur memadati lokasi pembukaan Samarinda Mods Mayday 2026, agenda tahunan yang mempertemukan komunitas Vespa, pelaku UMKM, musisi, hingga pegiat ekonomi kreatif.

Sejak siang hari, deretan Vespa berbagai tipe sudah berjejer di area acara. Mulai Vespa klasik, Vespa modifikasi, hingga motor-motor lawas yang menjadi buruan kolektor turut dipamerkan. Pengunjung terus berdatangan hingga sore menjelang pembukaan resmi.

Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Timur, Ririn Sari Dewi, yang membuka kegiatan tersebut menilai komunitas memiliki peran penting dalam menghidupkan ruang-ruang kreatif di daerah.

Menurutnya, kegiatan seperti Mods Mayday tidak hanya menjadi wadah berkumpulnya komunitas, tetapi juga mampu menggerakkan sektor ekonomi kreatif dan usaha mikro.

“Ketika sebuah kegiatan mampu menghadirkan komunitas, UMKM, pelaku kreatif, dan masyarakat dalam satu ruang yang sama, maka dampaknya tidak hanya dirasakan peserta acara, tetapi juga ekonomi di sekitarnya,” kata Ririn.

Tahun ini, Samarinda Mods Mayday mengusung tema Sound of Unity. Tema tersebut dipilih bertepatan dengan perayaan satu dekade komunitas SKAwan Samarinda dan ulang tahun ke-11 KUTU Vespa Samarinda.

Ketua Panitia Samarinda Mods Mayday 2026, Yudi Adi Prabowo, mengatakan persiapan acara dilakukan selama beberapa pekan bersama komunitas Vespa dari berbagai daerah.

Ia menyebut kegiatan tersebut memang dirancang agar tidak hanya menjadi ajang kumpul scooterist.

“Kami ingin semua bisa terlibat. Ada komunitas, ada pelaku UMKM, ada hiburan, ada kegiatan sosial. Jadi bukan hanya acara untuk pecinta Vespa,” ujarnya.

Selama dua hari pelaksanaan, panitia menyiapkan sejumlah agenda, mulai dari riding bersama mengelilingi Kota Samarinda, donor darah, bazar UMKM, kontes Vespa, hingga penampilan sejumlah musisi lokal dan artis nasional Denny Frust.

Di sela kegiatan, puluhan tenant UMKM terlihat ramai dikunjungi pengunjung. Produk kuliner, fesyen, hingga aksesori otomotif menjadi yang paling banyak diminati.

Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dispar Kaltim, Awang Khalik, mengatakan Temindung Creative Hub memang disiapkan sebagai ruang bagi komunitas untuk tumbuh dan memperkenalkan karya mereka kepada masyarakat.

“Komunitas punya karya, punya kreativitas, dan pemerintah hadir memberikan ruang agar itu bisa berkembang,” katanya.

Panitia memperkirakan jumlah pengunjung akan terus bertambah hingga puncak acara pada Minggu (31/5/2026). Selain menjadi ajang silaturahmi antarkomunitas Vespa, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu menggerakkan ekonomi kreatif dan memperkuat citra Samarinda sebagai kota yang ramah terhadap komunitas kreatif.

Loading