KRONIKAL.ORG, SAMARINDA – Tuntutan terhadap anggota DPRD untuk memahami persoalan masyarakat semakin kompleks. Kondisi itu mendorong Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Samarinda memperkuat kapasitas para legislatornya melalui Bimbingan Teknis Nasional Partai Demokrat di Jakarta.
Ketua Fraksi Demokrat DPRD Samarinda H. Viktor Yuan bersama empat anggota fraksi, yakni dr. Sri Puji Astuti, M. Andriansyah, Hj. Marlina dan Agus Triyono, mengikuti kegiatan yang digelar DPP Partai Demokrat tersebut. Bimteknas berlangsung 7–10 September 2026 dengan rangkaian utama kegiatan dipusatkan di Ballroom Redtop Hotel & Convention Center, Jakarta.
Forum tersebut diikuti pimpinan dan anggota Fraksi Demokrat DPRD provinsi, kabupaten dan kota dari berbagai daerah di Indonesia. Bagi Fraksi Demokrat Samarinda, kegiatan ini menjadi ruang untuk memperbarui pengetahuan sekaligus bertukar pengalaman mengenai pelaksanaan tugas sebagai wakil rakyat.
Viktor mengatakan peningkatan kapasitas legislator tidak semata berkaitan dengan pemahaman aturan. Anggota DPRD juga dituntut mampu membaca arah kebijakan pemerintah, memahami pengelolaan pemerintahan serta menangkap persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.
“Sebagai anggota DPRD, kami harus hadir setiap hari di tengah masyarakat serta menjalankan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan dengan baik sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” kata Viktor.
Bimteknas tahun ini mengangkat tema “Seperempat Abad Demokrat: Prakarsa Keadilan Negeri, Memajukan Ekonomi, Menajamkan Kapasitas dalam Mengawal Demokrasi”. Tema tersebut sekaligus menjadi bagian dari momentum 25 tahun perjalanan Partai Demokrat dan penguatan kompetensi kader yang menjalankan mandat sebagai anggota legislatif.
Bagi legislator di Samarinda, pembekalan semacam ini dinilai relevan dengan tantangan pembangunan kota. Infrastruktur, banjir, pelayanan pendidikan dan kesehatan, penguatan ekonomi masyarakat hingga pengelolaan anggaran merupakan sejumlah persoalan yang membutuhkan fungsi legislasi, penganggaran dan pengawasan secara optimal.
Karena itu, hasil Bimteknas diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pembekalan. Pengetahuan yang diperoleh para legislator perlu diterjemahkan dalam kerja kelembagaan ketika kembali menjalankan tugas di DPRD Kota Samarinda.
Viktor juga menilai kedekatan dengan masyarakat harus menjadi bagian dari kerja seorang wakil rakyat sepanjang masa jabatan. Menurutnya, hubungan dengan warga tidak semestinya hanya dibangun ketika memasuki momentum politik atau menjelang pemilihan umum.
“Pesan utamanya adalah bagaimana anggota DPRD harus memosisikan diri menjadi pribadi yang bermanfaat bagi masyarakat. Kami harus lebih dekat dengan masyarakat, menyampaikan pesan-pesan partai dengan baik, dan yang paling penting bukan hanya hadir saat lima tahun sekali menjelang pemilu, tetapi terus bersama masyarakat selama masa tugas sebagai wakil rakyat,” ujarnya.
Selain Fraksi Demokrat DPRD Kota Samarinda, Bimteknas tersebut juga diikuti sejumlah legislator Demokrat dari Kalimantan Timur. Peserta berasal dari DPRD Provinsi Kaltim serta sejumlah daerah, di antaranya Berau, Kutai Barat, Kutai Timur, Mahakam Ulu, Paser, Penajam Paser Utara, Balikpapan dan Bontang.
Keterlibatan legislator dari berbagai daerah membuka ruang pertukaran pengalaman mengenai persoalan yang dihadapi masing-masing wilayah. Bagi Fraksi Demokrat Samarinda, perspektif tersebut dapat menjadi tambahan referensi dalam menjalankan fungsi pengawasan, penyusunan regulasi maupun pembahasan kebijakan anggaran.
Viktor menegaskan, kapasitas anggota DPRD pada akhirnya harus bermuara pada kepentingan masyarakat. Menurut dia, mandat sebagai wakil rakyat tidak hanya diukur dari aktivitas di ruang sidang, tetapi juga dari kemampuan memperjuangkan aspirasi warga melalui kewenangan yang dimiliki.
“Kami berharap Bimteknas ini menjadi penyemangat bagi seluruh anggota Fraksi Partai Demokrat, khususnya di Kota Samarinda, untuk menjalankan amanah sebagai wakil rakyat dengan lebih baik,” pungkas Viktor.
![]()



