KRONIKAL.ORG, JAKARTA — Garuda Indonesia bersama Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia menandatangani Perjanjian Kerja Sama Penyelenggaraan Transportasi Udara Haji untuk periode 2026–2028. Penandatanganan yang dilakukan lebih awal ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kesiapan operasional penerbangan haji Indonesia secara berkelanjutan.

Kesepakatan tersebut diteken Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan, dan Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji, Ian Heriyawan, di Gedung Kementerian Haji dan Umrah RI, Jakarta, Rabu (17/12/2025). Penandatanganan turut disaksikan Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf Hasyim.

Pada musim haji 2026, Garuda Indonesia direncanakan mengangkut 102.502 jemaah haji dari 10 embarkasi melalui 276 kelompok terbang. Langkah ini menandai komitmen berkelanjutan maskapai nasional dalam mendukung kelancaran ibadah haji jemaah Indonesia.

Direktur Utama Garuda Indonesia Glenny Kairupan menegaskan bahwa kerja sama jangka menengah ini memberi ruang bagi maskapai untuk mempersiapkan layanan secara lebih matang, baik dari sisi armada maupun kualitas pelayanan.

“Penandatanganan kerja sama ini mencerminkan kesiapan kami dalam menyambut penyelenggaraan ibadah haji secara optimal. Berbagai upaya penyelarasan layanan terus kami lakukan agar perjalanan jemaah berlangsung aman, nyaman, dan berkesan,” ujar Glenny.

Ia menambahkan bahwa Garuda Indonesia menempatkan keselamatan dan kenyamanan sebagai prioritas utama, khususnya bagi jemaah lanjut usia.

“Aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan, terutama bagi jemaah lansia, menjadi perhatian utama kami di seluruh lini operasional penerbangan haji,” katanya.

Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf Hasyim menyampaikan bahwa kontrak jangka menengah ini menjadi bagian dari reformasi perencanaan penyelenggaraan haji agar lebih terukur dan efisien.

“Dengan perencanaan untuk tiga tahun ke depan, persiapan dapat dilakukan lebih awal, mulai dari optimalisasi armada, kesiapan kru, hingga peningkatan kualitas layanan yang sesuai dengan karakter dan kebutuhan jemaah haji Indonesia,” ungkap Irfan.

Ia juga mengapresiasi komitmen Garuda Indonesia dalam mendukung efisiensi biaya haji, sejalan dengan arahan pemerintah pusat.

“Kami berharap upaya efisiensi ini terus ditingkatkan tanpa mengurangi kualitas layanan, mengingat penerbangan menjadi komponen penting dalam pembiayaan ibadah haji,” tambahnya.

Untuk mendukung operasional haji 2026, Garuda Indonesia menyiapkan 15 pesawat berbadan lebar. Keberangkatan jemaah ke Tanah Suci dijadwalkan berlangsung pada 22 April hingga 21 Mei 2026, sementara fase pemulangan dilaksanakan pada 1–30 Juni 2026.

Melalui kerja sama yang ditandatangani lebih awal ini, Garuda Indonesia dan Kementerian Haji dan Umrah berharap penyelenggaraan ibadah haji ke depan dapat berjalan lebih tertata, efisien, dan berorientasi pada kenyamanan jemaah.

Loading