
KRONIKAL.ORG, SAMARINDA – Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) Kalimantan Timur ingin menghapus stigma bahwa komunitas motor besar hanya identik dengan touring.
Di bawah kepengurusan baru, HDCI Kaltim justru menargetkan kontribusi yang lebih luas, mulai dari promosi pariwisata, penguatan UMKM, kegiatan sosial hingga edukasi keselamatan berkendara.
Ketua Pengda HDCI Kaltim Syahril Sarapping mengatakan organisasi yang dipimpinnya beranggotakan banyak pelaku usaha yang siap berkontribusi terhadap pembangunan Kalimantan Timur, termasuk menyambut perkembangan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Selain itu, kegiatan sosial akan tetap menjadi program rutin.
Melalui program Jumat Berkah, HDCI selama ini membagikan bantuan kepada masyarakat kurang mampu dan pengemudi ojek online.
“Kami ingin terus berbagi kepada masyarakat dan menjalankan kegiatan sosial secara berkelanjutan,” kata Syahril.
Tak hanya itu, HDCI Kaltim juga akan lebih aktif mempromosikan destinasi wisata daerah melalui jaringan komunitas Harley-Davidson dari seluruh Indonesia.
“Kami ingin mengajak teman-teman datang ke Kalimantan Timur. Banyak destinasi wisata yang bisa diperkenalkan,” ujarnya.
Sekretaris Jenderal HDCI Pusat Husdi Karyono mengatakan komunitas Harley-Davidson selama ini memang diarahkan menjadi mitra promosi daerah.
Ia mencontohkan penyelenggaraan Kalimantan Bike Week di Balikpapan yang mampu menghadirkan sekitar 1.500 motor Harley-Davidson sehingga tingkat okupansi hotel meningkat dan sektor UMKM ikut merasakan dampaknya.
Menurut Husdi, HDCI juga akan menggelar Merdeka Ride 2026 bertema Bike to Culture menuju Bali yang dipadukan dengan promosi budaya serta kegiatan sosial berupa bantuan pembayaran BPJS bagi pengemudi ojek online.
Ketua OC Musda dan Pelantikan HDCI Kaltim Gatot Gashelo menilai kegiatan komunitas motor besar terbukti mampu menggerakkan ekonomi lokal.
Ia berharap Samarinda ke depan dapat menjadi tuan rumah event otomotif nasional sehingga mampu mendongkrak sektor pariwisata, hotel, restoran, hingga pelaku UMKM sebagaimana yang pernah terjadi di Balikpapan.
Selain mendorong pariwisata, HDCI juga menerapkan standar keselamatan berkendara yang ketat.
Syahril menjelaskan setiap calon anggota wajib mengikuti pendidikan dan memperoleh sertifikasi sebelum bergabung.
“Kami ingin seluruh anggota menjadi contoh berkendara yang aman dan menjaga nama baik organisasi di jalan raya,” pungkasnya.
![]()

