KRONIKAL.ORG, BALIKPAPAN – PT Kaltim Kariangau Terminal (KKT) kembali menguji kesiapsiagaan sistem pengamanan pelabuhan melalui Drill International Ship and Port Facility Security (ISPS) Code Triwulan II Tahun 2026, Kamis (25/6/2026).
Simulasi yang berlangsung di kawasan terminal peti kemas tersebut menjadi bagian dari evaluasi berkala terhadap implementasi Port Facility Security Plan (PFSP) sekaligus memastikan standar keamanan pelabuhan internasional tetap berjalan efektif di tengah tingginya aktivitas logistik.
Sebagai salah satu terminal peti kemas strategis di Kalimantan Timur, KKT menilai keamanan menjadi aspek penting untuk menjaga kelancaran distribusi barang serta memberikan kepastian layanan kepada pengguna jasa.
Direktur Utama PT Kaltim Kariangau Terminal, Enriany Muis, mengatakan pelaksanaan drill bukan sekadar memenuhi kewajiban regulasi, tetapi menjadi langkah nyata perusahaan membangun budaya keamanan di lingkungan pelabuhan.
“Pelaksanaan Drill ISPS Code ini merupakan komitmen perseroan dalam memastikan implementasi standar keamanan internasional berjalan secara konsisten. Kami ingin seluruh personel memahami prosedur, mampu berkoordinasi dengan baik, serta siap mengambil tindakan yang tepat apabila menghadapi kondisi darurat di lingkungan pelabuhan,” ujarnya.
Kegiatan tersebut melibatkan 10 personel yang terdiri atas Port Facility Security Officer (PFSO), Deputy PFSO, petugas patroli keamanan, koordinator pengamanan, hingga tim medis. Pelaksanaan simulasi juga mendapat pendampingan PT Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) selaku Recognized Security Organization (RSO).
Dalam simulasi, peserta dihadapkan pada skenario gangguan keamanan di area jetty. Seluruh prosedur penanganan dijalankan sesuai standar, mulai dari pelaporan awal, komunikasi berjenjang, koordinasi lintas personel, pengamanan lokasi, hingga respons terhadap kondisi darurat.
Menurut Enriany, latihan tersebut sekaligus mengukur efektivitas koordinasi antarunit, kecepatan pengambilan keputusan, serta kesiapan personel menghadapi berbagai potensi ancaman yang dapat mengganggu operasional pelabuhan.
Ia menambahkan, hasil evaluasi dari drill akan menjadi dasar penyempurnaan prosedur keamanan, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta penguatan sistem pengamanan agar mampu beradaptasi dengan dinamika operasional pelabuhan.
“Kesiapsiagaan personel menjadi kunci dalam menciptakan operasional pelabuhan yang aman, andal, dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh pengguna jasa,” katanya.
Sebagai terminal peti kemas yang mendukung konektivitas logistik di Kalimantan Timur dan kawasan timur Indonesia, KKT terus memperkuat penerapan standar keamanan berbasis ISPS Code guna menjaga kepercayaan pelanggan sekaligus memastikan rantai distribusi barang tetap berjalan aman dan lancar.
![]()



