
KRONIKAL.ORG, MALINAU – Pemerintah Kabupaten Malinau mulai mengoptimalkan pemanfaatan aset lahan milik daerah yang selama ini belum tergarap dengan mengembangkannya menjadi kawasan pertanian produktif. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi memperkuat ketahanan pangan, menciptakan lapangan kerja, sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Komitmen itu ditandai dengan penanaman perdana jagung dan sejumlah komoditas pertanian lainnya yang dipimpin langsung Bupati Malinau, Wempi W. Mawa, di kawasan lahan pemerintah daerah.
Menurut Wempi, pemanfaatan aset daerah tidak boleh berhenti sebatas kepemilikan administratif, tetapi harus mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat maupun pemerintah daerah.
“Kita ingin menjadikan kawasan ini sebagai contoh bahwa lahan yang dimiliki pemerintah harus dikelola secara produktif. Sepanjang jalur ini nantinya akan ditanami berbagai komoditas sehingga memberikan manfaat nyata,” ujar Wempi.
Kawasan yang membentang sekitar delapan kilometer di jalur utama Kota Malinau itu diproyeksikan berkembang menjadi sentra produksi pangan baru. Selain mendukung ketahanan pangan, kawasan tersebut juga akan ditata sebagai ruang terbuka hijau yang mempercantik wajah kota.
Tak hanya fokus pada sektor tanaman pangan, pemerintah daerah juga merancang pengembangan kawasan secara terpadu dengan memanfaatkan saluran air di sekitar lokasi untuk kegiatan budidaya perikanan.
Konsep tersebut diharapkan mampu menciptakan ekosistem pertanian yang lebih berkelanjutan sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.
Untuk mendukung keberhasilan program, Pemkab Malinau menggandeng tenaga ahli dari Universitas Hasanuddin. Kerja sama itu meliputi penyediaan bibit unggul, pendampingan teknis, hingga penerapan teknologi pertanian modern guna meningkatkan produktivitas hasil panen.
Pemerintah optimistis pengembangan kawasan pertanian tersebut tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangan daerah, tetapi juga berpotensi menghasilkan komoditas yang memiliki daya saing hingga pasar ekspor.
“Lahan ini kita garap agar hasilnya bisa memberikan kontribusi terhadap PAD, membuka lapangan pekerjaan, sekaligus memperkuat ketahanan pangan melalui produksi sayur-mayur yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat,” kata Wempi.
Program tersebut menjadi bagian dari implementasi program Pesat, yang menitikberatkan pada pemberdayaan sektor pertanian melalui pendampingan berkelanjutan kepada para petani.
Melalui program itu, pemerintah berharap sektor pertanian dapat berkembang menjadi salah satu penopang utama perekonomian daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Malinau.
![]()

