
KRONIKAL.ORG, SAMARINDA — Bank Indonesia menilai Kalimantan Timur memiliki peran strategis sebagai motor pertumbuhan ekonomi di Pulau Kalimantan, terutama dalam konteks pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta menyebut, meski pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur pada triwulan III 2025 tercatat sebesar 4,26 persen secara tahunan, daerah ini tetap menjadi kontributor terbesar pertumbuhan ekonomi Kalimantan dengan pangsa 45,61 persen.
Filianingsih mengatakan, tantangan ke depan adalah bagaimana mendorong pertumbuhan ekonomi daerah agar semakin berkualitas melalui hilirisasi dan diversifikasi sektor unggulan. Selama ini, struktur ekonomi Kalimantan Timur masih didominasi oleh sektor pertambangan, migas, dan batu bara.
“Ke depan, hilirisasi sektor unggulan perlu terus diperkuat seiring dengan upaya diversifikasi ekonomi menuju Ibu Kota Nusantara,” ujarnya pada Senin (26/01/2026) lalu.
Menurutnya, penguatan sektor pertanian dan industri pengolahan berbasis hasil pertanian menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi daerah. Hilirisasi tidak hanya diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk, tetapi juga menciptakan lapangan kerja yang berkelanjutan.
Filianingsih menekankan bahwa Bank Indonesia berperan sebagai strategic advisor bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan ekonomi dan keuangan daerah. Peran tersebut diwujudkan melalui pendampingan, kajian ekonomi, serta sinergi lintas sektor untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan stabilitas.
Di tengah ketidakpastian ekonomi global, Bank Indonesia menilai ketahanan ekonomi domestik, termasuk di Kalimantan Timur, harus terus diperkuat melalui kebijakan yang adaptif dan kolaboratif.
“Sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan lembaga keuangan menjadi kunci dalam memastikan pertumbuhan ekonomi daerah tetap terjaga,” tutup Filianingsih.
![]()

