KRONIKAL.ORG, TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara melalui Dinas Perhubungan (Dishub) mulai memfokuskan pembenahan dua pelabuhan strategis pada Tahun Anggaran 2026. Selain meningkatkan kualitas layanan, proyek tersebut diarahkan untuk memperkuat aspek keselamatan pengguna jasa transportasi laut.
Dua pelabuhan yang menjadi prioritas yakni Pelabuhan Tengkayu I di Kota Tarakan dan Pelabuhan Lintas Batas Laut (PLBL) Liem Hie Djung di Kabupaten Nunukan. Keduanya memiliki peran penting sebagai simpul mobilitas masyarakat, termasuk jalur penghubung antardaerah hingga kawasan perbatasan Indonesia.
Kepala Dinas Perhubungan Kalimantan Utara, Idham Chalid, mengatakan pemerintah telah menyiapkan sejumlah pekerjaan fisik yang akan dilaksanakan sepanjang tahun ini.
“Tahun ini kami melaksanakan beberapa kegiatan pembangunan dan rehabilitasi di dua pelabuhan, yaitu Pelabuhan Tengkayu I dan Pelabuhan Liem Hie Djung,” ujarnya di Tanjung Selor, Senin (20/07/2026).
Di Pelabuhan Tengkayu I Tarakan, Dishub akan membangun ruang tunggu penumpang, merehabilitasi area dermaga, membangun jalur pedestrian yang menghubungkan area parkir dengan terminal, serta menambah fasilitas troli.
Menurut Idham, penambahan troli menjadi kebutuhan mendesak karena sebagian besar fasilitas yang tersedia saat ini sudah tidak layak digunakan.
“Troli penting untuk membantu pelayanan di pelabuhan sehingga penumpang lebih mudah membawa barang bawaannya,” katanya.
Sementara di PLBL Liem Hie Djung Nunukan, perhatian utama diarahkan pada pemeliharaan ponton yang mulai mengalami kebocoran di sejumlah titik.
Idham menjelaskan, ponton memiliki karakteristik serupa kapal sehingga semestinya menjalani proses doking secara berkala. Namun, selama ini perawatan tersebut belum pernah dilakukan sehingga kondisinya mulai mengalami penurunan.
“Prinsipnya ponton itu sama seperti kapal, seharusnya wajib doking setiap tahun. Selama ini belum pernah dilakukan,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, pemerintah lebih memilih melakukan rehabilitasi dibanding membeli ponton baru karena biaya pengadaannya jauh lebih besar.
Sebagai gambaran, satu unit ponton baru di PLBL Liem Hie Djung dapat menelan anggaran hingga sekitar Rp7 miliar, sedangkan biaya perbaikan kebocoran hanya sekitar Rp160 juta.
“Ini menjadi perhatian kami karena berkaitan langsung dengan keselamatan penumpang maupun masyarakat yang berada di atas ponton tersebut,” kata Idham.
Selain ponton, Dishub juga akan memperbaiki area parkir di PLBL Liem Hie Djung. Sejumlah paving block di kawasan itu dilaporkan mulai bergelombang dan mengalami kerusakan sehingga dinilai perlu segera ditangani.
Menurut Idham, seluruh pekerjaan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan transportasi laut di Kalimantan Utara, terutama pada pelabuhan yang menjadi gerbang utama mobilitas masyarakat maupun aktivitas ekonomi di wilayah perbatasan.
Pelabuhan Tengkayu I selama ini menjadi pusat transit transportasi laut yang menghubungkan Tarakan dengan berbagai kabupaten di Kalimantan Utara hingga sejumlah daerah di luar provinsi. Sementara PLBL Liem Hie Djung memiliki peran strategis sebagai pintu gerbang transportasi laut di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia.
![]()



